Thursday, April 2, 2009

Coconut Oil Factory at my hometown

The square of our home town is about 1 km times 1 km. You could see coconut tree everywhere. We have a coconut oil factory outside of our town. Every midday the blower will scream, the sound could be heard from the nearby forest, from rice field, from office.
The whistle is the sound we are waiting since most of us, may be 99% of our family has no wrist watch. It was time for go home. Children are start to go home, office worker clean up their desk and even farmer also have their rest.
But the coconut oil factory now stop their operation We could not hear the whitle anymore. I talked to the owner, why he stop the operation. "People does not eat cocdonut oil any longer"

Friday, March 27, 2009

Coconut Milk is Dangerous for your health?

Seorang dokter menulis di harian Kompas " Lepas Lebaran banyak orang Jakarta akan terkena kolesterol tinggi (high cholesterol). Hal ini dikarenakan mereka selama Lebaran kemarin banyak makan makanan yang bersantan."
Orang Indonesia tentu saja dimana-mana makan makanan yang bersantan (coconut milk). Dimulai nasi uduk, opor ayam, brongkos, soto Betawi, Soto Banjarnegara, gudeg Yogya semuanya kental dengan santan, bahkan minuman Bajigur dan dawet, cingcau juga pakai santan. Tidak usah menunggu Lebaran orang Minang makan makanan yang bersantan.
Kenapa sekarang diributkan akan menjadikan penyakit Jantung (Heart Disease) ? Kakek Nenek ku tidak terkena penyakit jantung? Setiap hari dia minum dawet bersantan.
Mari kita dengar pendapat mereka yang anti santan. Santan adalah makanan berlemak -saturated fat. Semua asupan lemak akan meningkatkan cholesterol darah. Cholesterol darah ini kalau ketinggian akan menimbulkan plak di pembuluh darah. Plak akan menyumbat pembuluh darah dan mengundang penyakit jantung (heart disease)